Life – Dreams = Job

Icon

Let's discuss about business and marketing, especially mobile marketing, just tweet me @yoseazka

-Executive Summary-

Bagian ini merupakan ringkasan dari kesimpulan business plan. Seharusnya bagian ini diletakkan pada bab akhir, tapi hampir semua business plan meletakkan bagian ini di awal dan sangat krusial, terutama untuk business plan yang bertujuan menarik investasi dari luar, baik dari bank maupun investor pribadi. Karena mereka akan membaca bagian ini dahulu, kalau tertarik maka akan dilanjutkan ke bagian lainnya. Kalau dari ringkasan eksekutifnya tidak menarik, kecil kemungkinan mereka akan membaca bagian-bagian selanjutnya dan biasanya berakibat pada batalnya investasi.

Bagian ini dibuka dengan informasi yang mencakup :

· Nama Perusahaan

· Lokasi Perusahaan

· Produk dan Jasa

· Tujuan Perencanaan

Dan diikuti dengan informasi penting lainya, seperti proyeksi sales dan penjualan, keuntungan lama pembiayaan dan informasi penunjang lainya.

Contoh :

Data Perusahaan :

Nama Perusahaan : PT. A

Alamat Perusahaan : Jl. Dago XXX, Bandung

Kegiatan Usaha : Perdagangan Barang dan Jasa

Tujuan Penyajian Executive Summary :

Executive Summary ini disajikan kepada pihak yang berminat bekerja sama dalam bentuk pembiayaan pekerjaan dengan prinsip saling menguntungkan.

Uraian Rencana Pekerjaan :

Jenis Pekerjaan : Pembangunan BTS untuk telekomunikasi Seluler

Pemberi Pekerjaan : PT. B

Pelaksana Pekerjaan: PT A

Nilai & waktu pelaksanaan:

  1. NEW SITE

Site Acquisition : Nilai : ± Rp. 50.000.000,- /titik

Waktu : Target 30 hari

CME : Nilai : ± Rp. 300.000.000,- /titik

Waktu : Target 45 hari

  1. COLOCATION

Site Acquisition : Nilai : ± Rp. 5.000.000,- /titik

Waktu : Target 14 hari

CME : Nilai : ± Rp. 180.000.000,- /titik

Waktu : Target 14 hari

Teknis Pekerjaan

Secara umum pekerjaan dalam pembangunan BTS (Base Transceiver Station) Seluler terdiri dari beberapa tahap yaitu:

  1. Site Hunting
  2. Site Survey Report
  3. Negosiasi
  4. Pengurusan Ijin Warga
  5. Pengurusan Ijin Mendirikan Bangunan
  6. Pengurusan Ijin Ketinggian
  7. Soil test / hammer test
  8. As planned drawing
  9. Civil works
  10. Tower erection and Painting
  11. Shelter
  12. Mechanical / Electrical
  13. As built drawing

Perbedaan pada New Site dengan Colocation adalah pada SITAC Site Colocation tidak dilakukan negosiasi dan pengurusan ijin warga maupun ijin ketinggian, hanya melengkapi persyaratan IMB tambahan, dan tambahannya peminjaman kunci site kepada pemilik site existing. Pada CME Site Colocation hanya dikerjakan pondasi shelter, pengadaan shelter dan mechanical / electrical.

Rencana Anggaran Pelaksanaan

Secara umum dapat diperkirakan bahwa rencana anggaran pelaksanaan berada di angka 80% dari nilai rencana anggaran biaya, dengan variabel jarak, lokasi, harga tenaga kerja lokal dan detail spesifikasi dari operator pemberi pekerjaan.

Proyeksi Pembiayaan

Working Capital Turn Over

  1. NEW SITE

Site Acquisition :

· Waktu pengerjaan di lapangan : 30 hari

· Penagihan pembayaran (+kemungkinan keterlambatan) : 21 hari

51 hari

CME :

· Waktu pengerjaan di lapangan : 45 hari

· Penagihan pembayaran (+kemungkinan keterlambatan) : 21 hari

66 hari

Pekerjaan New Site secara total menghabiskan 75 hari, dengan cash to cash periode (asumsi voorfinansiring) selama 86 hari, dengan retensi sebesar 5% selama 3 bulan.

  1. COLOCATION

Site Acquisition :

· Waktu pengerjaan di lapangan : 14 hari

· Penagihan pembayaran (+kemungkinan keterlambatan) : 21 hari

35 hari

CME :

· Waktu pengerjaan di lapangan : 14 hari

· Penagihan pembayaran (+kemungkinan keterlambatan) : 21 hari

35 hari

Pekerjaan Colocation secara total menghabiskan 28 hari, dengan cash to cash periode (asumsi voorfinansiring) selama 39 hari, dengan retensi sebesar 5% selama 3 bulan.

Omzet per tahun:

Direncanakan untuk setiap triwulan didapat 10 new site dan 10 site colocation, karena kebiasaan penurunan PO dari PT. B dilakukan tiap kwartal. Untuk selanjutnya direncanakan untuk memperbanyak pekerjaan colocation karena disamping waktunya yang relatif pendek juga lebih mudah secara teknis. Hal ini juga sesuai dengan keputusan pemerintah yang terbaru mengenai pemakaian tower bersama.

Dengan 3 cycle per tahun didapatkan omzet tahunan Rp. 17.640.000.000,- dengan nett profit margin sebesar Rp. 3.115.200.000,-

Pembiayaan : Berdasarkan cashflow terlampir (asumsi voorfinansiring),  kebutuhan dana pembiayaan dalam bentuk pinjaman adalah sebesar Rp. 4.841.600.000,- Milyar dengan jangka waktu 12 bulan.

6 Responses

  1. Ferri says:

    tku for ilmunya….

  2. Firman Z. Caml says:

    Semoga ilmu yang Anda berikan secara cuma2 ini akan menjadi amal jariyah anda, amien.

    Wassalam.

  3. Latif says:

    Alhamdulillah, ada yang mau bagi ilmu praktis seperti ini secara cuma cuma. Semoga Alloh memberikan rahmat dan hidayaNya kepada anda dan keluarga.

  4. Herry says:

    Trima ksih banyak atas ilmunya pak bud, bertambah lagi pengetahuaan saya.. btw ud utang ilmu utang duit pula… no hp masih aktif kan pak? he..he.. cepe nimpul….

  5. adit says:

    thx,sangat berguna.

  6. toton says:

    Mas saya mohon info tentang istilah-istilah penting dalam bisnis yang mungkin banyak belum dipahami oleh masyarakat termasuk saya, seperti istilah:
    Site Acquisition,
    CME,
    serta istilah lainnya.,
    alangkahbaiknya mohon ada pembahasan mengenai istilah ini.
    terima kaih
    ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 434,274 hits

Bookmark Blog

%d bloggers like this: