Life – Dreams = Job

Icon

Let's discuss about business and marketing, especially mobile marketing, just tweet me @yoseazka

BAB vX Proyeksi Laba Rugi

Pada bagian ini, kita akan mengurangi biaya dan pengeluaran dari penjualan kita, sehingga kita bisa mendapatka estimasi profit.

9.1 Pembiayaan Modal

Tabel ini menjelaskan pembiayaan modal bisnis kita, dan menyiapkan balance awal untuk balance sheet baik untuk kas, liability dan capital. Modal dapat diperoleh dari investasi maupun dari pinjaman.

Contoh :

Start-Up Funding
Start-Up Expenses to Fund Rp.
Start-Up Assets to Fund Rp.
Total Funding Required Rp.
Assets
Non-Cash Assets from Start-Up Rp.
Cash Requirements from Start-Up Rp.
Additional Cash Raised Rp.
Cash Balance on Starting Date Rp.
Total Assets Rp.
Liabilities and Capital
Liabilities
Current Borrowing Rp.
Long-Term Liabilities Rp.
Accounts Payable (Outstanding Bills) Rp.
Other Current Liabilities (Interest-Free) Rp.
Total Liabilities Rp.
Capital
Planned Investment
Owner Rp.
Investor Rp.
Additional Investment Requirement Rp.
Total Planned Investment Rp.
Lost At Start-Up (Start-Up Expenses)
Total Capital Rp.
Total Capital & Liabilities Rp.
Total Funding Rp.

9.2 Penjelasan Tabel Pembiayaan Modal

Bagian ini menjelaskan tentang table pembiayaan modal. Jelaskan tentang asal modal, apakah dari investasi atau pinjaman dan bagaimana pembiayaan ini dapat menutupi kebutuhan modal.

Contoh :

Pemilik

Mr. A akan menginvestasikan uang sejumlah Rp. 1.000.000.000,- sebagai modal

Investor

Saat ini sedang dilakukan negosiasi dengan investor potensial untuk menambah modal yang dibutuhkan. Diharapkan ada penambahan modal sebesar Rp. 3.000.000.000,- untuk memulai bisnis. Diharapkan interest yang dibagikan kepada setiap investor tidak lebih dari 15%.

Pembiayaan Bank

Proses kredit dari bank sedang berjalan dalam rangka penambahan modal sebesar Rp 5.000.000.000,-. Peminjaman direncakan selama 5 tahun dengan tingkat suku bunga 13%.

9.3 Table Asumsi Umum

Tabel ini ini berisi estimasi asumsi penting yang mempengaruhi rugi laba, balance sheet, cash flow dan rasio-rasio.

Contoh :

Asumsi Umum

Jan

Feb

Mar

Apr

May

Jun

Jul

Aug

Sep

Oct

Nov

Des

2009

2010

2011

Bunga Jangka Pendek

Bunga Jangka Panjang

Pajak

Lain-lain

9.4 Penjelasan Tabel Asumsi Umum

Berisi penjelasan mengenai asumsi-asumsi penting yang mempengaruhi bisnis Anda, terutama proyeksi keuangan.

Contoh :

Suku bunga jangka panjang berlaku untuk kredit kepemilikan rumah sebesar 5% per tahun untuk jangka waktu 15 tahun

Suku bunga jangka pendek adalah kredit usaha sebesar 13% per tahun

Pajak yang berlaku adalah Pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10%.

9.5 Table Rugi Laba

Gunakan table ini untuk mengestimasi pembelanjaan kegiatan. Disini kita menentukan anggaran belanja. Sesuaikan table ini dengan format akutansidan anggaran perusahaan Anda.

Contoh :

Rugi Laba

Jan

Feb

Mar

Apr

May

Jun

Jul

Aug

Sep

Oct

Nov

Des

2009

2010

2011

Sales

Direct Cost of Sales

Production Payroll

Other Cost of Sales

Total cost of Sales

Gross margin

Gross Margin (%)

Operating Expenses

Sales and Marketing Payroll

Advertising/Promotion

Other Sales and Marketing Expenses

Total Sales and Marketing Expenses

Sales & marketing (%)

General & Administrative Expenses

General and Administrative Payroll

Marketing/Promotion

Depreciation

Rent

Utilities

Insurance

Payroll Taxes

Other General & Administrative Expenses

Total General & Administrative Expenses

General & Administrative (%)

Other Expenses

Other Payroll

Consultant

Other Expenses

Total Other Expenses

Other (%)

TOTAL OPERATING EXPENSES

Profit Before Interest and Tax

EBITDA

Interest Expense

Taxes Incurred

Other Income

Other Income A

Other Income B

Total Other Income

Other Expense

Other Expense A

Other Expense B

Total Other Expense

Net Other Income

Net Profit

Net Profit/Sales

9.6 Penjelasan Tabel Laba Rugi

Jelaskan tentang poin penting dalam proyeksi laba rugi, seperti peningkatan prosentase pada penjualan dan profit, keuntungan kotor dan kegiatan anggaran. Seberapa realistis proyeksi penjualan dan pengeluaran?

Contoh :

Pengeluaran perawatan mobil sebesar Rp. 5.000.000,- per bulan dengan biaya asuransi sebesar Rp.10.000.000,- per tahun, depresiasi sebesar Rp. 15.000.000,- per tahun dan pajak sebesar Rp. 3.000.000,- per tahun.

Pengeluaran operasional lainnya adalah tetap sebesar Rp. 6.000.000,- setiap bulan.

Penjualan meningkat setiap triwulan sebesar 7%

dst

9.7 Tabel Analisa Titik Impas

Analisa titik impas merupak komponen wajib dalam perencanan bisnis. Analisa ini menunjukkan berapa pendapatan yang dibutuhkan untuk menutupi biaya tetap dan variable.

Analisa titik impas bergantung pada asumsi setimasi biaya tetap setiap bulan, pendapatan rata-rata per unit, dan biaya variable rata-rata per unit.

Contoh :

Break Even Analysis

Monhly Revenue Break Even

Rp.

Assumptions

Average Percent Variable Cost

%

Estimated Monthly Fixed Cost

Rp.

9.8 Penjelasan Analisa Titik Impas

Jelaskan tentang asumsi titik impas. Bandingkan titik impas dengan prospek penjualan. Pastikan bahwa Anda beroperasi di atas titik impas.

Contoh :

Asumsi dari setiap jam operasi mobil rental akan mendapatkan penghasilan sebesar Rp. 35.000,-, dengan biaya variable sebagai berikut :

1. BBM dan oli : Rp. 6.500,-

2. Supir : Rp. 3.000,-

3. Total : Rp. 9.500,-

Dari setiap jam operasional, pendapatan bersih adalah Rp. 25.500,-. Biaya tetap dihitung sebesar Rp. 3.000,-. Berdasarkan analisa titik impas, setiap kendaraan harus disewa selama 132 jam per bulan.

9.9 Pemetaan Indikator Kunci

Pada bagian ini kita dapat membandingkan faktor-faktor kunci bisnis kita berserta perubahannya. Bagian ini berguna untuk mengevaluasi skala, realitas proyeksi Anda. Contohnya :

Apakah pertumbuhan proyeksi penjualan melebihi belanja operasi?

Apakah pertumbuhan keuntungan kotor cukup realistis?

Contoh :

9.10 Indikator Keuangan Utama

Bagian ini menjelaskan tentang perubahan yang terjadi pada indiator keuangan utama.

Contoh :

Pada tahun pertama terjadi peningkatan sales, memanfaatkan momentum euphoria pasar terhadap produk yang masih belum banyak pembandingnya. Dari tahun pertama dan kedua juga terlihat penurunan biaya operasi, karena efisiensi dan produktivitas perusahaan mengalami peningkatan seiring berjalannya waktu.

9.11 Kesimpulan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 434,274 hits

Bookmark Blog

%d bloggers like this: