Life – Dreams = Job

Icon

Let's discuss about business and marketing, especially mobile marketing, just tweet me @yoseazka

Indonesia Love Social Media

Berdasarkan data-data pada tulisan sebelumnya dapat kita lihat bahwa masyarakat Indonesia sangat menyukai social media (socmed).  Hal ini sejalan dengan fakta yang kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Sudah lazim kita lihat orang sibuk dengan handphonenya, mereka ingin selalu mengecek timeline facebook dan twitter dimanapun mereka berada. Di kantor pun banyak karyawan yang disela-sela kesibukannya selalu menyempatkan melihat akun facebook dan twitter mereka. Bahkan banyak orang yang ritual pertamanya setelah bangun tidur adalah mengecek akun socmed mereka.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan fenomena ini terjadi di Indonesia, diantaranya adalah :

  1. Orang Indonesia suka bersilaturahmi

Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang ramah dan suka bersilaturahmi. Berbagai aktivitas silaturahmi menjadi kegiatan favorit bagi banyak orang, seperti arisan, pengajian, kumpul-kumpul atau nongkrong, reuni dll. Socmed memberikan format dan pengalaman yang berbeda dalam hal bersilaturahmi. Dengan adanya socmed, seperti facebook dan twitter, kita dapat bersilaturahmi dengan banyak orang. Tidak ada lagi batasan ruang dan waktu untuk bersilaturahmi melalui socmed. Dalam satu waktu kita bisa berkomunikasi dengan banyak teman kita yang berada di lokasi berbeda. Tidak hanya dengan teman lama, kita juga bisa mendapatkan teman baru dengan cara yang lebih mudah melalui socmed.

  1. Orang Indonesia suka ngobrol dan eksis

Satu lagi kebiasaan orang Indonesia, yaitu suka sekali ngobrol dan eksis. Dulu kalau ingin ngobrol jarak jauh harus melalui telpon dan sms. Dengan socmed kebutuhan untuk bisa selalu berkomukasi dapat dilakukan dengan lebih mudah dan murah.

Socmed juga memfasilitasi kebutuhan untuk dapat selalu eksis, hal ini yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dengan mudah setiap orang dapat selalu eksis, syaratnya cukup rajin mengupdate status facebook dan twitternya. Kita dapat selalu menshare aktivitas sehari-hari kita kepada semua teman kita, bahkan kepada orang-orang yang belum kita kenal.

  1. Euforia keterbukaan informasi

Pada era reformasi, masyarakat Indonesia merasakan suatu sensasi baru yang belum pernah ada sebelumnya, baik dari zaman penjajahan, orde lama dan orde baru, yaitu kebebasan berbicara. Saat ini hampir semua informasi dengan bebas dibicarakan di ruang-ruang publik, nyaris tanpa sekat dan sensor. Dan semua lapisan masyarakat memiliki hak akses yang hampir sama terhadap informasi. Keberadaan social media menjadi salah satu katalisator dalam era keterbukaan informasi. Banyak sumber-sumber berita, seperti tokoh publik dan selebritis menjadikan social media seperti twitter sebagai corong update berita mereka. Banyak obrolan-obrolan di FB, twitter dan forum yang berisikan berita-berita terkini seperti korupsi, demonstrasi, resuffle kabinet dll. Banyak hal-hal yang dulu tabu dan tertutup untuk dibicarakan sekarang dengan mudah dapat ditemukan di timeline social media.

  1. Harga mobile phone semakin murah

Sampai beberapa tahun lalu, internet masih menjadi domain masyarakat kelas menengah atas. Maka saat ini kita dapat melihat bahwa hampir semua lapisan masyarakat sudah dapat mengakses internet setiap saat dengan mudah. Kita harus memberikan kredit dan apresiasi kepada produsen handphone yang dapat memberikan solusi berinternet murah kepada masyarakat. Dengan harga beberapa ratus ribu rupiah, kita dapat membeli handphone yang dapat mengakses internet setiap saat. Sekarang sudah menjadi pemandangan biasa di bis kota orang mengupdate status twitter dan facebooknya. Handphone murah membuat semua lapisan masyarakat dapat mengakses social media setiap saat.

  1. Biaya telekomunikasi semakin murah

Satu lagi faktor penting yang membuat social media booming di Indonesia adalah murahnya biaya telekomunikasi. Operator saat ini seperti berlomba-lomba terus menurunkan tarifnya, termasuk tarif internet. Banyak sekali paket-paket murah yang mendorong orang untuk mengaktifkan layanan internetnya, dari mulai paket internet harian, mingguan dan bulanan. Dengan berbagai pilihan paket tersebut, masyarakat dapat berinternet secara murah dan sesuai dengan kemampuan dan kondisi kantongnya. Bahkan tidak jarang orang lebih memilih saling berkirim pesan lewat twitter daripada lewat sms, karena dengan paket internet biayanya akan jauh lebih murah

Filed under: Bisnis, Digital/Social Media

2 Responses

  1. evsetia says:

    Mungkin semboyan “Mangan ora mangan sing penting NGUMPUL (termasuk di SocMed) juga masih berlaku yah ?

    Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 434,274 hits

Bookmark Blog

%d bloggers like this: