Life – Dreams = Job

Icon

Let's discuss about business and marketing, especially mobile marketing, just tweet me @yoseazka

10 Business Lessons From Euro 2008

Piala Eropa baru berakhir setelah hampir sebulan penuh kita dihibur oleh hiburan sepakbola kelas dunia. Banyak kejadian yang pantas dikenang oleh para pemirsa. Dan banyak pula pelajaran yang bisa kita ambil dari perjuangan di atas lapangan hijau tersebut. Berikut 10 pelajaran bisnis yang bisa kita ambil dari pagelaran ini.

1. ATM

Amati, Tiru, Modifikasi merupakan salah satu shortcut untuk memulai bisnis. Memulai bisnis tidak mutlak harus selalu dengan ide yang orisinal. Bukan sesuatu yang haram untuk memulai bisnis berdasarkan ide dari bisnis orang lain. Hal ini dipraktekkan secara sempurna oleh tim Rusia. Mereka meniru total football Belanda, dan ternyata mereka membuktikan bahwa tiruan tidak selalu lebih jelek daripada aslinya. Mereka berhasil mengalahkan Belanda 3-1.

2. Don’t Give Up

Selalu ada kerikil, bahkan badai dalam bisnis kita. Hal tersebut tidak bisa kita hindari, dan sama sekali tidak penting untuk selalu berharap bahwa masalah tidak akan pernah datang. Yang terpenting adalah bahwa kita selalu mempunyai kemampuan untuk bangkit setelah ditimpa masalah. Turki mempunyai kemampuan ini, mereka membuktikan bahwa selama peluit panjang belum berbunyi mereka masih mempunyai kesempatan untuk menyelesaikan masalah, dalam hal ini mengejar ketinggalan. Tiga kali berturut-turut mereka menunjukkan kepada dunia semangat pantang menyerah, ketika melawan Swiss, Ceko dan Kroasia. Hanya semangat pantang menyerah yang juga dimiliki Jerman yang dapat menghentikan Turki.

3. Jangan Sombong

Keberhasilan adalah ujian terbesar bagi bisnis kita. Dititik inilah sesungguhnya kita diuji, baik sebagai pebisnis maupun sebagai manusia. Apakah kita akan semakin bersyukur dan rendah hati dan menganggap keberhasilan tersebut sebagai anugerah dari Yang Maha Kuasa. Atau kita akan menjadi sombong dan besar kepala, menganggap kita yang paling hebat. Kekalahan Belanda dari Rusia menunjukkan hal tersebut. Setelah menyapu bersih 3 pertandingan di Grup C yang disebut grup neraka, dengan mengalahkan Perancis, Italia dan Rumania , semua orang memuji-muji Belanda dan menganggap merekalah calon juara. Para pemain Belanda Melangkah ke perempat final dengan penuh kesombongan dan menganggap mereka sudah menjadi juara. Akibatnya mereka dipermalukan oleh Rusia, 1-3.

4. Aktif, Not Pasif

Mempertahankan posisi kita di pasar lebih susah daripada membangun posisi tersebut. Hal yang terpenting adalah bahwa kita tidak boleh pasif dan nyaman di status quo tersebut. Karena semua pihak akan berusaha merebut posisi kita tersebut. Kita justru harus aktif dan selalu selangkah didepan pesaing kita. Hal ini ditunjukkan oleh juara bertahan Yunani, mereka selalu memperagakan permainan bertahan selama Euro 2008, akibatnya mereka menjadi juara bertahan yang tidak lolos putaran grup dan selalu kalah dalam 3 pertandingan.

5. Change

Ketika semuanya tidak berjalan sesuai rencana, maka saatnya untuk melakukan perubahan. Jangan tidak pernah berubah dan ngotot dengan pilihan pertama kita, karena pesaing kita selalu mempelajari kelemahan kita dan mereka akan selalu berubah untuk memenangkan kompetisi. Hal ini ditunjukkan oleh pelatih Italia, Roberto Donadoni. Ia selalu memasang Luca Toni sebagai striker andalannya dalam 4 pertandingan grup, padahal jelas terlihat sejak pertandingan pertama Luca Toni tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Akibatnya selama Euro 2008, Ia tidak mencetak satu gol pun bagi Italia dan kontribusinya terhadap tim juga sangat minim.

6. Gembira

Bisnis yang baik adalah bisnis yang dapat membuat hati Anda senang melakukannya. Tidak ada yang lebih baik dari bisnis yang sesuai dengan kegemaran atau kesenangan Anda. Hal ini menjamin, bahwa sebesar apapun masalah yang Anda hadapi akan dapat teratasi karena Anda menaruh “hati” Anda di bisnis tersebut. Kegembiraan dalam permainan sepakbola ditunjukkan oleh tim Belanda pada babak penyisihan grup, mereka semua bermain tanpa beban, pergerakan dengan atau tanpa bola berjalan dengan indahnya karena mereka melakukannya dengan “hati”, karena mereka memang senang dengan sepak bola bukan karena mereka harus menang dan juara.

7. Don’t change the winning team

Perubahan tim manajemen sebaiknya tidak dilakukan ketika grafik sedang menanjak, karena dapat mengganggu ritme bisnis secara keseluruhan. Ide dan kinerja yang sedang menanjak dapat terganggu apabila secara tiba-tiba dihentikan atau direlokasi. Portugal, Kroasia dan Belanda sudah merasakan dampak dari merubah the winning team. Spanyol juga hampir merasakan dampak ini, mereka beruntung diselamatkan oleh ketangguhan Iker Casillas dalam adu penalty.

8. Analyze your competitor

Bisnis bukan berarti hanya membangun kekuatan kita sendiri. Kita juga perlu tahu kekuatan dan kelemahan competitor kita, agar dapat menghasilkan strategi yang efektif dalam memenangkan persaingan. Tim Jerman sadar sekali akan hal tersebut, mereka mempunyai seorang intelijen yang bertugas mengamati tim lawan, baik secara live maupun lewat rekaman video. Salah satu hasil kerjanya adalah analisis bahwa Turki memiliki kelemahan di bagian kiri, dan hal terbukti setelah mendapat informasi tersebut Jerman dapat mencetak 2 gol dari bagian ini.

9. Teamwork

Bisnis yang sustainable dibangun oleh teamwork yang kuat, bukan mengandalkan dari satu orang saja. Dibalik seorang Bill Gates pun, terdapat rekan-rekan yang saling mendukung satu sama lain. Tim Spanyol memahami pentingnya teamwork, mereka tidak mengandalkan kepada satu orang pemain bintang saja. Ketika di lapangan semua pemain melakukan tugasnya masing-masing dan saling bekerjasama untuk memenangkan pertandingan.

10. Motivasi

No Motivation, No Gain…. That’s right… Percuma Anda menjalankan suatu bisnis kalau Anda belum ketemu motivasi atau alasan kenapa Anda harus menjalankan bisnis tersebut. Permainan terbaik Jerman adalah ketika melawan Portugal. Mereka mendapatkan motivasinya dari kondisi pelatihnya. Berkali-kali kita lihat di tayangan TV, betapa tidak berdayanya Joachim Loew hanya duduk di ruang hukuman tanpa bisa mendampingi pemainnya bertanding. Kondisi ini menjadi motivasi buat para pemain Jerman, mereka berlomba mengeluarkan kemampuan terbaiknya demi kemenangan yang akan dipersembahkan untuk pelatihnya.

Filed under: Bisnis

One Response

  1. Agung says:

    Thanks ya. Saya ijin menyalin untuk dokumen pribadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 434,274 hits

Bookmark Blog

%d bloggers like this: