Life – Dreams = Job

Icon

Let's discuss about business and marketing, especially mobile marketing, just tweet me @yoseazka

PILKADA DKI : KEMENANGAN KELAS MENENGAH YANG CONNECTED

Kelas menengah atau middle class sepertinya menjadi trending topic saat ini. Belum lengkap rasanya jika seorang ahli pemasaran tidak mengulas tentang kelas menengah. Kelompok ini menjadi tulang punggung perekonomian di Indonesia dan imun terhadap resesi. Kelompok inilah yang setiap hari membuat mall dan restoran cepat saji selalu penuh. Rupanya trend ini juga menular ke dunia politik. Apabila biasanya dunia perpolitikan didominasi oleh istilah akar rumput atau grass root, sejak pilkada DKI 2012, para pelaku dan pengamat politik dibuat bingung oleh kelompok yang namanya kelas menengah ini.

Ada beberapa alasan kenapa kelas menengah bisa membuat perbedaan dalam proses dan hasil pilkada DKI 2012, yaitu :

1. Selama ini proses politik dianggap dekat dengan money politics, makanya kita sering mendengar istilah serangan fajar. Para kandidat sudah terbiasa untuk menukar suara rakyat dengan besaran rupiah. Incumbent yang kurang berprestasi selama menjabat pun tidak terlalu khawatir, karena dengan satu serangan fajar rakyat akan memilih mereka tanpa peduli dengan prestasinya.  Hal ini tidak bisa dilakukan kepada kelas menengah, mereka pasti tidak mau suaranya ditukar hanya dengan sekian rupiah. Kelas menengah pasti akan tersinggung dan marah kalau pintu rumah/apartemennya diketuk hanya untuk menyampaikan amplop serangan fajar.

2. Kelas menengah punya daya pengaruh dan amplifikasi yang besar. Mereka merupakan orang-orang yang berpendidikan dan sudah terbiasa untuk mempertahankan argumennya. Mereka juga sangat mandiri dalam mencari informasi dan data, serta memiliki kebiasaan untuk menyebarluaskan data tersebut kepada lingkungan sekitarnya, terbiasa berkomunikasi melalui social media dan selalu membawa smartphone. Satu suara dari mereka tidak hanya berarti satu suara saja bagi kandidat, karena bisa mempengaruhi suara lingkungan sekitarnya. Perhatikan pola networking dari akun-akun yang menjadi pendukung salah seorang kandidat gubenur Jakarta. Tidak heran apabila sebaran informasi di social media bisa sangat luas dan cepat.

Social Network Influencer Jokowi-Ahok

Social Network Influencer Jokowi-Ahok

3. Kelas menengah connected dengan kelas bawah. Pengkotak-kotakan kelas di masyarakat yang lazim dilakukan selama ini, seperti melupakan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang punya kebutuhan untuk berinteraksi. Kebutuhan berinteraksi sebagai makhluk sosial tidak bisa dibatasi oleh sekat-sekat strata. Obrolan antar segmen masyarakat lazim kita lihat dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Seperti antara sopir taxi dan penumpangnya, antara sopir dan majikannya, antara ibu-ibu di kompleks dengan tukang sayur langganannya, dan lain-lain. Pemilihan Gubernur tentunya menjadi topik yang menarik untuk dibicarakan. Dan karena kemampuan kelas menengah untuk mempengaruhi, setiap hari terciptalah agen-agen perubahan di tingkat akar rumput yang dengan bersemangat akan menceritakan obrolan tersebut sampai ke pelosok kampung di Jakarta.

4. Trend komunikasi kelas menengah diadopsi juga oleh kelas di bawahnya. Smartphone bukan lagi menjadi domain kelas menengah atas saja. Jauh lebih banyak smartphone murah yang terjual daripada smartphone mahal. Demikian juga dengan social media, seiring dengan semakin murahnya biaya pulsa telekomunikasi, semakin melebar pula segmen pengguna social media. Perhatikan di sekitar dan kita bisa lihat bahwa para sopir dan pembantu rumah tangga pun sekarang sudah ber-smartphone dan memiliki akun social media.

Filed under: Bisnis, Digital/Social Media, Sosial

Prediksi Hasil Pilkada dengan Social Media

Tanggal 13 Juli 2012, PoliticaWave, sosial media monitoring untuk sosial dan politik merilis hasil monitoring pilkada DKI 2012. Hasil rilis ini cukup mengejutkan banyak pihak karena berhasil memprediksi Jokowi-Ahok sebagai pemenang pilkada putaran pertama dan menempatkan incumbent, Foke-Nara di posisi kedua. Hasil ini menjadi antitesa dari semua rilis yang dikeluarkan oleh lembaga survey yang menempatkan Foke-Nara pada urutan pertama dengan prosentase elektabilitas antara 40-50%.

Comparison between PoliticaWave and Quick Count

Banyak pertanyaan ditujukan kepada kami, bagaimana bisa kami memprediksi hasil pilkada dengan akurat dan tidak jauh berbeda dari hasil quick count. Begitu pencoblosan suara selesai dan quick count dimulai, kami langsung mengeluarkan tweet yang mengabarkan keunggulan Jokowi berdasarkan socmed monitoring. Walaupun cukup deg-degan ketika akan men tweet hasilnya, namun sejatinya dari awal kami yakin dapat memprediksi hasil pilkada ini. Bukan berarti dari awal kami sudah memprediksi bahwa Jokowi yang menang dan akan dilanjutkan ke putaran kedua.

 

Kenapa kami begitu yakin dapat memprediksi hasil pilkada? Bukan karena tim kami terdiri dari ahli statistik atau programer lulusan universitas terkemuka di luar negeri. Atau ada paranormal di tim kami. Btw, paranormal tepat juga ramalannya bahwa Foke harus waspada dengan pria kurus hehe.Tapi keyakinan kami terbentuk karena sejak awal kami mendengarkan suara rakyat. Semua grafik/chart yang ditampilkan di http://www.politicawave.com adalah representasi suara rakyat. Dinamika dan perubahan yang terjadi pada grafik/chart politicawave.com buat kami merupakan representasi dari dinamika dan perubahan di masyarakat. Makanya kami sempat melakukan perubahan algoritma untuk memblock akun bot. Karena akun bot bukan rakyat dan tidak bakal mecoblos hehe. Jadi mohon maaf buat para pengelola akun bot, semata2 kami hanya ingin agar suara rakyat tidak terpolutan🙂

Mungkin ada pembaca yang bingung dengan maksud bahwa dari awal kami tidak memprediksi Jokowi sebagai pemenang putaran pertama. Karena memang dari awal posisi share of awareness sempat berganti-ganti antara tiga kandidat, yaitu HNW, Foke dan Jokowi. FYI, sebelum dilaunch 1 Mei 2012, dari akhir Maret situs politicawave.com sudah online dalam rangka trial dan kami sudah menginfokan kepada lingkungan terbatas untuk mendapatkan feedback. 3 minggu awal selalu terjadi perubahan leader, minggu 1 HNW lead, minggu 2 Jokowi lead dan minggu 3 Foke lead. Dan selama 3 minggu awal kami dicurigai berafiliasi dengan leader setiap minggunya hehe. Baru pada minggu ke 4, kecurigaan sudah mulai menipis karena selalu berganti :p. Jadi kami tegaskan bahwa dari awal kami pun tidak bisa memprediksi bahwa Jokowi yang bakal menang. Pola kemenangan Jokowi baru terlihat pada pertengahan Juni dan dari konsistensi pola tersebut kami dapat memprediksi bahwa pilkada akan masuk ke putaran ke 2, diikuti oleh Jokowi dan Foke. Pola dan dinamisasi pilkada 2012 dari 1 Mei-10 Juli dapat dilihat di http://politicawave.com/historical/pilkadadki2012

Bagaimana dengan putaran kedua? Silahkan mengamati dinamisasinya di politicawave.com. Kalau sampai saat ini terlihat Jokowi semakin memimpin, tapi masih ada 2 bulan lagi sebelum pencoblosan. Masih banyak yang bisa berubah dan terjadi. Terlepas dari itu semua, kami berharap kepada pemerintah ataupun wakil rakyat bahwa mulai saat ini mereka bisa dengan mudah mengetahui aspirasi rakyatnya. Tidak perlu menunggu demo yang melumpuhkan aktivitas dan menimbulkan kerugian korban jiwa dan ekonomi. Mulai saat ini manfaatkanlah kemajuan teknologi, libatkan social media untuk mendengarkan suara rakyat dan memastikan semua kebijakan sudah sesuai dengan aspirasi rakyat.

Filed under: Digital/Social Media, , , , , , , , , , ,

Digital Marketing Planning

Saat ini pemasaran dengan memanfaatkan media digital semakin banyak dilakukan oleh brand. Media digital bukan merupakan sebuah media alternatif lagi, tapi sudah menjadi media yang potensial dan efektif untuk berkomunikasi dengan konsumen.  Sesuatu yang sulit untuk dilakukan di media konvensional, yang pola komunikasinya bersifat satu arah antara brand dan konsumen.  Melalui media digital, terutama social media,  brand dapat melakukan percakapan secara langsung dan dapat membina hubungan emosional yang lebih dalam dengan konsumen.

Untuk menentukan strategi dan aktivitas pemasaran yang sesuai di media digital, brand harus menetapkan target tujuan dan melakukan beberapa riset terlebih dahulu. Kita bisa mendapatkan berbagai insight langsung dari konsumen di media digital yang dapat menentukan arah strategi dan aktivitas pemasaran. Ada beberapa informasi yang harus di ketahui oleh brand dan bisa didapatkan berdasarkan percakapan konsumen di social media.

Read the rest of this entry »

Filed under: Bisnis, Digital/Social Media, , , , , , ,

Indonesia Netizen Celebrate 2012 New Year

Tahun baru biasanya ditandai oleh berbagai macam perayaan dan diiringi oleh berbagai ucapan selamat. Mungkin banyak diantara teman-teman yang saling memberi dan menerima ucapan selamat tahun baru, baik melalui kartu (sepertinya sudah sangat sedikit J ), email, sms, bbm, facebook maupun twitter. MediaWave mencoba memonitor berbagai perayaan dan ucapan tahun baru pada twitter di 16 kota di Indonesia. Penentuan lokasi dilakukan berdasarkan geotagging dan profile, sementara keyword yang dicari adalah yang berkaitan dengan tahun baru atau new year.

Ada beberapa fakta menarik dari hasil monitoring MediaWave :

  1. Jumlah tweet dari Jakarta lebih sedikit daripada Surabaya, Bandung dan Denpasar. Ternyata apa yang tejadi di dunia nyata memang selaras dengan di dunia maya. Seperti kita ketahui Jakarta selalu ditinggalkan oleh penduduknya ketika musim liburan, sehingga jumlah tweetnya pun berkurang. Sebaliknya Bandung dan Denpasar adalah salah satu tempat tujuan liburan favorit. Dan tahun ini pun kita dapat memasukkan Surabaya sebagai tempat liburan favorit
  2. Puncak tweet pada pukul 18-21 WIB atau 6 sampai 3 jam sebelum pergantian tahun. Dan jumlahnya masih relatif tinggi pada pukul 10 AM tanggal 1 Januari 2012-01-05
  3. Hashtag pada tahun baru dipenuhi oleh ucapan selamat atau harapan di tahun baru, kecuali ada 1 hashtag non tahun baru, yaitu #jfbnya yang artinya janji follow back

Untuk selengkapnya bisa dilihat pada presentasi di link ini http://www.slideshare.net/yoseazka/indonesia-tweeps-celebrates-2012-new-year atau klik link ini  New_Year2012

Filed under: Digital/Social Media, , , , , , , , , , ,

PENTINGNYA SENTIMEN DI SOCIAL MEDIA BAGI BRAND

Kalau Anda ingin membeli TV plasma, handphone atau lemari es, apa yang akan anda lakukan? Kalau anda ingin membeli susu anak, vitamin anak atau mencari sekolah untuk anak, apa yang akan anda lakukan? Kalau anda ingin berlibur ke luar kota atau ke luar negeri,  kemana akan mencari informasi hotel dan tiket pesawat. Saat ini banyak orang akan menjawab semua pertanyaan di atas dengan mencari informasi di internet atau social media. Sebagian dari mereka akan bertanya atau mencari referensi dari teman-temannya di twitter dan facebook; dan sebagian lainnya akan bertanya di berbagai forum-forum diskusi maupun membaca berbagai blog yang relevan. Tapi hampir semua orang akan langsung “googling” untuk menemukan informasi yang dicari.

Read the rest of this entry »

Filed under: Bisnis, Digital/Social Media

Blog Stats

  • 430,444 hits

Bookmark Blog